Mengulik Jiwa Peradaban

Seksualitas di Tanah Konflik

Jika ditanya apa yang paling menyenangkan dari membaca sebuah novel, saya akan menjawab kesegaran dalam ceritanya. Kesegaran itu bisa berupa apa saja: bisa sudut pandang, bisa gagasan, atau bisa juga teknik penceritaan. Sebagai sebuah novel, Tak Ada Embusan Angin belum bisa dibilang memiliki teknik penceritaannya juga tidak istimewa. Namun, gagasan yang ditawarkannya tak seperti kebanyakan cerita serupa.

Berada dalam Kubur

Wajah ibu yang berkata dalam hape itu menyiksa batinku. “Pulanglah Nak, tinggallah di kampung,  aku merindukanmu. Aku ingin bersamamu beberapa hari sebelum ajal menjemputku,” ia merasa kematiannya sudah dekat, membuatku ketakutan.

Sugesti Pemilu di Mata Penyair

PEMILU menjadi obsesi bagi beberapa  penyair untuk mencipta puisi. Dari beberapa puisi yang mengangkat persoalan pemilu, saya memilih empat yang populer di tengah masyarakat.  Empat puisi ini dicipta dengan intensitas dalam hal diksi, imaji, dan majas  untuk memberi makna pemilu dalam kancah demokrasi.