Puisi
Puisi Faris Al Faisal

Puisi Faris Al Faisal

REPETISI BUNYI 

Kau dengar bukan repetisi bunyi, yang kerap terlontar
membangunkan mimpi.
Menarik keinginan ke luar kamar, berbisik pada mekar bunga mungil

:
nokturnal.
“Malam akan berakhir,” diulangnya sekali lagi,
“malam akan berakhir.”
Dan bulan pagi yang mengambang pudar mawar,
melempar wangian bersama umur panjang.

Indramayu, 2021

BUKAN REPLIKA           

Ini bukan replika: tiang-tiang yang entah untuk apa
berdiri miring, bangunan yang juga tak jelas wujud
—tampak mangkrak
di antara liana yang menguasai dan menang.
Tak ada tanda-tanda kehidupan akan lahir
(terminal, stasiun, pelabuhan, airport)
bahkan rumah kecil sekalipun.
Aku mau sedikit minyak angin, mengusir
pusing dan gejala sakit.
Kesegaran yang baru,
tunas muda.
Mandi bunga, di kolam.
Akuarium dan ikan-ikan berenang,
begitu riang menatap dunia,
dari balik kaca.
Bersihkan debu, meski sekadar mengusap.
Kekacauan menunda jalan kebaikan,
bumi dengan taman-taman yang diciptakan.

Indramayu, 2021

KETIKA BANGUN TIDUR          

Ketika bangun tidur, tak kudapati pagi
Aku sedih, aku nyesal, aku terlambat, aku tak tahu apa-apa 
Ditinggalkan dunia dan seisi
Hilang sifat-sifat surga, tanpa terasa
Aku keluar rumah, matahari naik ke gigir bukit
(mungkin 1-2 jam lagi)
hampir nyentuh kepala langit
Aku menunduk: di sudut beranda, di bawah meja kecil,
kutemukan seekor induk kucing terbaring
Tiga anaknya nyusu, tiga anaknya menggeliat melihatku
Lucu—ngeong, ngeong—bersenyuman padaku
Tapi aku mengganggu keindahan dan mimpinya
Lebih baik ke jalan, melihat keadaan
Barangkali masih tersisa rahmat di sana
Ya, udara bercampur panas,
menerobos pori-pori kulitku
yang terus berperang melawan waktu
Sebuah mobil melintas,
ke kota dan kota
Hatiku ingin belajar,
hatiku ingin mengejar
Kutahu semangat itu telah lahir, awal dari cinta

Indramayu, 2021      

TUKANG ARLOJI

Sebuah arloji mati, menunggu giliran direparasi.
Selama 30 menit tukang arloji
membongkarnya,
mencari kehidupan di sana,
yang hilang: dari detik, menit, jam-jam terbuang.
Dan kurasakan lengan yang kosong,
peduli pada waktu.
Memandang kehampaan, begitu nyata.
Ketika matanya terpejam,
jarum jatuh, batu menggelinding.
Dan kutahu, tahu
pekuburan telah dipersiapkan.

Indramayu, 2021

TENTANG MAKAN SIANG

Di punggung meja ini, betapa serasi
menu makan siang.
Mangkuk samudra dengan ikan segar, tanpa suatu gerakan.
Kuning matahari jatuh pada butir-butir nasi
di ceruk, monumen perayaan.
Sayuran dan buah tumbuh: kebun yang mengagumkan.
Sungai jernih, dimasukkan ke dalam gelas.
Dua orang berhadapan, dua orang bangkit dalam cahaya,
dan area menyala-nyala.
Tuhan mengirimkan nyanyian, udara menyejukkan,
dan seorang teman lama.
Larik-larik pertama memberi sambutan,
metafora masa lalu.
Kisah-kisah yang menyenangkan,
atau kekonyolan.
Melahap sejarah perjumpaan, mencintai kenangan, dan musim yang baru.

Indramayu, 2021


Penulis:

Faris Al Faisal lahir dan berdikari d(ar)i Indramayu, Jawa Barat, Indonesia. Bergiat di Komite Sastra, Dewan Kesenian Indramayu (DKI) dan Lembaga Kebudayaan Indramayu (LKI). Namanya masuk buku “Apa dan Siapa Penyair Indonesia” Yayasan Hari Puisi. Pada “World Poetry Day March 21” menuntaskan 1 Jam Baca Puisi Dunia di Gedung Kesenian Mama Soegra Dewan Kesenian Indramayu (2021). Puisinya mendapat Hadiah Penghargaan dalam Sayembara Menulis Puisi Islam ASEAN Sempena Mahrajan Persuratan dan Kesenian Islam Nusantara ke-9 Tahun 2020 di Membakut, Sabah, Malaysia, Juara 1 Lomba Cipta Puisi Anugerah RD. Dewi Sartika dan mendapat Piala bergilir Anugerah RD. Dewi Sartika, Bandung (2019), mendapatkan juga Anugerah “Puisi Umum Terbaik” Disparbud DKI 2019 dalam Perayaan 7 Tahun Hari Puisi Indonesia Yayasan Hari Puisi, dan pernah Juara 1 Lomba Cipta Puisi Kategori Umum Tingkat Asia Tenggara Pekan Bahasa dan Sastra 2018 Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Tersiar pula puisi-puisinya di surat kabar Indonesia dan Malaysia. Buku puisi keduanya “Dari Lubuk Cimanuk ke Muara Kerinduan ke Laut Impian” penerbit Rumah Pustaka (2018). Email ffarisalffaisal@gmail.com, Facebook www.facebook.com/faris.alfaisal.3, Twitter @lfaisal_faris,  IG @ffarisalffaisal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *