Puisi
Puisi Yuditeha

Puisi Yuditeha

Zaman Purba di Gua Lowo

batu dan tulang menjadi petunjuk
bahwa perjalanan laku nalar telah dimulai
dari gua-gua dan pencarian rangka purba
bukti laju peradaban sedang bekerja

kau sebagai penerus tidak tinggal diam
menggali pengertian dan membaca zaman
yang ada di setiap celah sejarah untuk
menuntaskan tugas setiap martabat

penemuanmu dilambangkan cermin bagi
cucu-cucu terbaru yang kelak akan mendapat
pelajaran tentang bagaimana memperlakukan
hati dan pikiran demi kelangsungan semesta

Karanganyar, 2022

Pesona di Pringgitan

desa wates muncul di peta jawa
ke arah selatan dari alun-alun kota
pergilah ke sana untuk menguji
keberanianmu perihal menerjemahkan
rasa takut agar jiwa tak melulu
berisi tentang ketangguhan

dari puncak pertapan kau bisa melihat
kota reog bertabur bintang dan bau daun
pinus menyeruak menyadarkan tentang
kekerdilan manusia

kera-kera seakan menjadi tinggalan
kerabat silam yang bebas bersikap sebagai
ajaran perihal kemandirian manusia
menyelami diri dengan bantuan rasa sepi

bulan purnama hadir sebagai penuntas
perihal kesempurnaan yang bisa dilihat
tapi bukan milik manusia, karena dia hanya
ada pada harapan-harapan

Karanganyar, 2022

Di Ketinggian Bedes

di sini aku bersaksi bahwa manusia kebal
bukan perkara kesaktian belaka
gunung bedes menjadi bukti atas ketangguhan
bukan sekadar tak terluka oleh cemeti

dusun buyut telah memberi isyarat
jangan pergi ke sana jika bukan dengan
jiwa ikhlas tentang nasib hidup, dan
rimba akan melindungimu dari ceruk kesesatan
jika dalam rohmu telah bersih dari laku liar

bongkahan batu-batu persegi akan memberitah
bagaimana caranya istirahat yang benar karena
di sana ada tertulis:

jangan main-main dengan batu besar yang ada
di kepalamu jika kau tak ingin hilang ingatan

tebing-tebing akan membuatmu sadar
bahwa ketamakan memang tak perlu ada
di relung kepala, dan jurang-jurang yang
setia menganga menawarkan sindiran tentang
kepongahan yang sering dipakai manusia

jalan terjal akan menjadi tanda pertama
bahwa kau perlu waspada atas kelemahan besar
manusia yang mudah dilupakan
: merasa paling benar

Karanganyar, 2022

Melihat Air Terjun Toyomerto

pupus di sini bukan berarti hilang harapan
tapi tentang tempat air yang bisa membuatmu|
menyadari segala hal yang dibuat manusia
tidak pernah memenangi pertarungan akhir

orang-orang ramah akan menyambut
lalu mengantarmu ke tempat di mana kau
akan merasa kecil di antara benda-benda
yang kau anggap tak berguna

di tengah bukit nglengko dan bukit manyutan
kau akan dipertemukan pengetahuan
perihal wilis: pelajaran tentang cara
bersenang-senang, melatih raga agar bisa
menerima derita dengan wajar

Karanganyar, 2022

Berkunjung ke Telaga Ngebel

ada naga di kepalamu dan atas saran
teman, kau perlu menyepi untuk
mencari tahu apa kemauan sang naga

aku ingin melingkari bukit

naga telah keluar dari kepalamu dan kau
pergi menemui penguasa, tapi sayang
mulutmu tak bisa bicara

kenyataan lain rupanya telah datang: meski kau
bisa selamat dari mulut pembantai tapi tak bisa
menghindari luka karena keserakahan manusia

naga kembali masuk kepalamu, karena
hanya kaulah satu-satu teman yang dipercaya

naga itu memberimu hadiah telaga
tempat di mana kau bisa menghilangkan
luka batin masa lalu yang sulit kering

angin dingin yang berkesiur di musim
bediding tidak lagi membuatmu menggigil
tapi justru akan menyinggahi pikiranmu yang
semula retak bisa tersambung kembali

Karanganyar, 2022


Penulis:

Yuditeha Penulis puisi dan cerita yang tinggal di Karanganyar

Leave a Reply

Your email address will not be published.