Piknik ke Bacaan (Anak)

Cerita menawarkan pelawatan imajiner. Pasti tapi terkadang tidak cukup. Pelawatan imajiner perlu digenapi tindakan raga mendatangi, menghadiri, atau mengandaikan diri berlaku seperti tokoh di dalam cerita. Latar penulis lahir, tempat tinggal melahirkan karya, atau berpindah menghabiskan masa tua lumrah teridentifikasi dalam cerita.

Gosip sebagai Strategi Penceritaan

Dalam menilik sebuah cerita, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni cerita dan penceritaan. Biasanya cerita dinilai bagus atau tidaknya. Namun, menilai sebuah cerita bagus atau tidak rasanya kurang pas. Bagus adalah kata sifat, dan segala kata sifat itu abstrak. Karenanya, indikator untuk menilainya menjadi tidak jelas. Lagi pula bagus atau tidaknya sebuah cerita seringkali berhubungan dengan selera.

Sastra Islam

Dalam sebuah diskusi sastra di forum muktamar sastra  pesantren beberapa tahun lalu, seorang rekan bertanya: “Adakah sastra Islam?” Pertanyaan tersebut tanpa menunggu jawaban, diikuti pertanyaan-pertanyaan berikut: “Kalau sastra Islam itu ada, apa sebenarnya definisi berikut ciri-ciri sastra Islam tersebut yang membedakannya dengan sastra yang lain?

Kafkaesque dalam Prosa Hiroko Oyamada

Kafkaesque dikenal publik sastra setelah penulis Jerman, Franz Kafka, merilis novela fenomenalnya itu, The Metamorphosis (1915) disusul karya lainnya seperti The Trial (1925). Istihal ini dipahami sebagai jiwa kritis Kafka yang ditiupkan dalam karya-karya, yang digambarkan dengan situasi buntu, menjebak, dan menekan tokoh-tokoh ceritanya.

Belajar dari Upaya Menerbitkan Buku Sendiri

Borges datang membawa puluhan buku puisinya—menurut pengakuan Borges, kira-kira sekitar 50 hingga 100 buah—ke salah seorang kawan, lalu memintanya untuk membagikannya secara gratis kepada orang yang berkunjung di tempatnya. Di tempat itu, ada banyak pembaca yang kerap datang dan menggantung mantel di tempat yang disediakan, saat itulah Borges berharap kepada kawannya, agar buku puisinya diselipkan di mantel para pengunjung.

Simbol-Simbol di Antara Anonimnya Tokoh-Tokoh

Perang selalu diidentikkan dengan semangat heroik, sebuah tugas suci yang membawa harum nama prajurit di medan perang dan membawa kembali nama harum sebuah bangsa yang telah berhasil memenangkan perang itu. Perang di hadapan pemerintah dan segenap institusi yang melegalkannya adalah tugas agung yang membayar nyawa-nyawa di medan perang dengan tugu kehormatan dan museum-museum peringatan.

Transendensi Narasi Lebaran

TIGA cerpen Triyanto Triwikromo, “Seperti Gerimis Meruncing Merah”, “Sayap Kabut Sultan Ngamid” dan “Malaikat Tanah Asal” menjadi sangat menarik di antara cerpen Celeng Satu Celeng Semua (Gramedia Pustaka Utama, 2013). Tiga cerpen itu berlatar Lebaran, dan menyingkap tabir transendensi dalam narasi fiksi. Hampir semua cerpen dalam buku ini menyingkap transendensi dengan kekuatan filosofi, imaji, dan struktur narasi.

Dunia Pelangi di Ranah Literasi

Isu seputar Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) sempat mencuat dan menggemparkan publik, khususnya di media sosial. Perbincangan ini menjadi viral karena banyak warganet, terutama yang kontra, menambah kepopulerannya dengan membagikan berita dilengkapi hastag seperti #tolaklgbt.