Puisi Joko Rabsodi

Setali gelisah yang kau pukat pada buku catatan bertongkat diam
rindu cukup tua beserta sebundel catatan kaki yang kita pukas ikut renta tertata
buku harian semesti diasingkan malah bersekutu erat kedua buah bibirmu
kesepakatan meluhurkan birahi retas sebelum tanduk ijab disilakan
di muka penghulu

Puisi Faris Al Faisal

Kausiapkan cangkir-cangkir keramik, menuang laut/
mencipta samudra warna yang hangat, menceritakan
perjalanan hiu, daun teh, & melati, lalu menghadirkan
telenovela di meja – kau memberitahuku jam tayang
& waktu yang banyak, menyingkirkan telepon genggam

Puisi Yuditeha

Zaman Purba di Gua Lowo batu dan tulang menjadi petunjukbahwa perjalanan laku nalar telah dimulaidari gua-gua dan pencarian rangka purbabukti laju peradaban sedang bekerja kau sebagai penerus tidak tinggal diammenggali pengertian dan membaca zamanyang ada di setiap celah sejarah untukmenuntaskan tugas setiap martabat penemuanmu dilambangkan cermin bagicucu-cucu terbaru yang kelak akan mendapatpelajaran tentang bagaimana memperlakukanhati dan pikiran demi kelangsungan semesta […]