Upaya Melestarikan Bahasa Indonesia

Selain bahasa daerah, bahasa Indonesia termasuk bahasa yang semestinya terus dilestarikan khususnya oleh para generasi muda bangsa. Jangan sampai kita sebagai orang Indonesia malah merasa “lebih bangga” menggunakan bahasa asing padahal posisi kita sedang berada di tanah kelahiran sendiri. Menguasai banyak bahasa memang penting, terlebih bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri. Namun keasyikan mempelajari bahasa asing jangan sampai membuat kita lupa dan abai untuk mempelajari bahasa ibu kita sendiri. Jangan sampai bahasa Indonesia punah dan tergantikan oleh bahasa lain.

Jakarta, Oh Jakarta

Cuma orang sakti yang bisa bertahan hidup di Jakarta, kata Ratih Kumala dalam salah satu novelnya, Wesel Pos. Seperti narasi-narasi yang sudah lebih dulu kita dengar, ibukota atau Kota Jakarta digaungkan sebagai magnet sekaligus medan juang yang tak ringan. Selain Ratih Kumala, paruh awal ’80-an juga terdapat film yang secara gamblang menggambarkan kengerian Jakarta. Film yang disutradarai oleh Imam Tantowi itu berjudul, “Kejamnya Ibu Tiri Tak Sekejam Ibu Kota”.

Mendekonstruksi Aroma Budaya, Tradisi dan Patriarki

Judul       : Rokat Tase’ Penulis    : Muna Masyari Penerbit  : Penerbit Buku Kompas ISBN        : 978-623-241-207-1 Tebal        : vi +178 hlm Edisi         : cetakan pertama, 2020 Muna Masyari melalui kumpulan cerpen Rokat Tase’ telah berhasil menarasikan sesuatu yang lain (the other) perihal Madura. Baik dari segi spiritualitas, tradisi, […]

Sejenak Bermain Resensi

Dunia literasi adalah dimensi yang penuh ambiguitas, mengingat segala interpretasi lahir dari setiap gagasan baru untuk kemudian menjadi terobosan dalam melakukan aktivitas yang progresif, agar memiliki relasi dengan masa sekarang sebagai bentuk pengabdian terhadap idiologi beragama.

Menulis: Cara Merawat Kewarasan

Buku On Writing karya Charles Bukowski ini berisi surat-surat yang ditulis dari tahun 1945-1993, ada 146 surat di dalamnya. Surat-Surat tersebut ditujukan kepada kawan-kawannya, penerbit, dan editor. Membaca On Writing seperti membaca autobiografi Bukowski itu sendiri, mulai dari tidur sembarang tempat, dipecat dari pekerjaannya, menulis, minum-minuman beralkohol, ditolak penerbit, hidup mengelandang, hingga hampir bunuh diri, semua diceritakan lewat surat.