Mengulik Jiwa Peradaban

Pak Din dan Siaran Kolak Muncul

SETIAP bulan Ramadan tiba, aku akan selalu ingat masa kecil saat aku menjalani puasa di kampungku, sebuah kampung yang terletak di pedalaman yang jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kendaraan serta mesin pabrik. Aku dan keluarga serasa menjalani puasa yang benar-benar penuh khidmat dan penuh makna. Berbeda dengan yang kujalani saat ini, saat aku telah memiliki kehidupan sendiri sebagai warga perantauan di kota besar.

Antara Feminisme dan Genderisme

Gerakan kaum perempuan yang diawali dengan gerakan emansipasi kemudian berayun menuju feminis lantas bermuara pada kesetaraan gender sesungguhnya adalah gerakan transformasi dan bukan gerakan balas dendam kaum perempuan kepada kaum laki-laki. Hal itu berarti gerakan perempuan harus dimaknai sebagai proses gerakan untuk menciptakan hubungan yang setara yang lebih humanistis dan lebih baik. Hubungan kesetaraan ini bisa meliputi ranah ekonomi, politik, sosial, kultural, pendidikan dan lingkungan.

Lakon Sinetron

Saka eskalator Arini munggah ing lantai telu mbarengi Antono. Ndeleng maneka jinis busana kanggo wadon. Embuh wis pirang toko ing Jembatan Nerah Plaza dienggoki. Mung sawetara ndeleng saklebatan. Siji loro, embuh nganti pira ora ana sing mathuk.

Terka

Semak sial. Rumput liar. Buruk rupa. Begitulah aku biasa dipanggil. Secara alamiah, aku tumbuh rendah di tanah. Dedaunanku menyusup liar di sela-sela tanaman hias sejenis rumput milik Nyonya Alamanda yang ditanam jarang-jarang.

Indonesia, Teruslah Berpuisi

Dalam setahun terakhir dunia sastra Indonesia, khususnya puisi, menunjukkan kegairahan dalam beraktivitas yang luar biasa. Fenomena kegairahan aktivitas berpuisi muncul justru karena dipicu (atau hanya kebetulan berbarengan saja?) oleh meninggalnya sejumlah sastrawan dan penyair andal.