Yang ‘Sekadar’ Camus

Pada masa 1950-an, intelektual dan seniman yang bergiat di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) disibukan dengan pengembangan tradisi realisme dalam teater seperti di negara-negara Barat. Asrul Sani yang merupakan pelopor melakukan lawatan ke Eropa. Dari sana, ia menulis sepucuk surat yang dimuat dalam sebuah majalah Zenith, tentang apa yang dialaminya.