Berita

SEJAK kena pehaka, saya sulit mendapat pekerjaan lagi. Pengalaman kerja sebagai office-boy  tak banyak menolong untuk mendapat pekerjaan lagi. Padahal saya tidak melamar dengan posisi yang lebih tinggi. Menjadi staf administrasi, misalnya.

Cuwilan Wektu

Karo ngemplok sega aku duwe panemu arep metu bae golek hawa njaba. Aku kelingan panggonan ngopi jaman dhisik sadurunge rabi. Biasane aku nyepi neng angkringan sapinggire alas arah lereng gunung Wilis. Ing kono akeh angkringan kari milih menune. Sapa maneh sing arep ngrabuk kabagyan yen dudu awake dhewe. Arep takrabuk nyawaku kanthi caraku dhewe.

Puisi Gilang Sakti Ramadhan

Dischord musik punk dalam penyuara jemalamerusak tangga nada industriyang dibangun dari pohon-pohon chartberloncatan di antara batas disonansi harmonicdan dischord. memperjelas kehancuran.gelombangnya terasa sampaijauh. sampai pada gigs kumuhdiisi orang-orang berpeluhmemiliki suara minor dan berderauseperti negara yang sedang inflasi Irama Nusantara bunyi penyintesis keluar dari dalam pusaran pasar irama nusantaramenggerakkan ekonom pengendali metronomtak jemu-jemu melihat musisi berjiwa matitelinga cadas sekeras kehendak menemukan […]

Puisi Rahem

Di Kanal Amsterdam; Liga Hansa Sebelum perdagangan ituKota ini menjerit, kota ini menangisSakramen Maha Kudus di Kalverstraat Jadi jalan sunyiJadi tempat-tempat mati Tak ada peziarahTangan-tangan Protestan lahir Setelah Stille Omgang berdiri di bumi AmsterdamSetelah tempat ini menaiki ketinggian Tapi setelah ituSetelah perdagangan ituTempat ini menyala, tempat ini berlumur cinta Rumah Sirriyana, 2022 Tentang Ophelia Di waktu yang tak tersentuh ituKau […]

Perempuan dalam Perspektif Sejarahnya

Pemarjinalan perempuan masih menjadi fenomena sosial. Masih banyak wacana yang menganggap kaum perempuan selalu dilihat sebagai “korban” dalam berbagai fenomena dan proses sosial. Masih terdapat praktik perlakuan terhadap perempuan yang kurang bahkan tidak apresiatif. Fenomena bias gender dalam konteks hubungan antara perempuan dan laki-laki acap kali masih direspons dengan opini negatif yang menyatakan dunia ini adalah dunia laki-laki, yang dibentuk, yang ditata dengan norma, nilai laki-laki.

Teror

“Tidak kawan. Itu guyonan. Lihatlah, ini hanya patung lilin.” Marto menenteng kepalanya sendiri di atas meja. Dilempar-lemparkannya ke atas gelondongan itu seperti bola kasti.