Puisi Rizki Amir

barangkali peringatan dan kemampuan kita untuk membayangkan sejarah sejak mula memang tidak benar-benar ada. meski, kita sama-sama tahu, ada yang tetap lengket dalam hati dan kenyal di hari-hari sunyi.

Puisi Imam Budiman

segaris hikayat musim lekas ditoreh ketika malam belum seutuhnya runtuh di kelopak keladi yang membasah akibat terjang-dera kekanak gerimis yang bersikejar. tidak seperti para pendongeng tak berumah yang kerap menyediakan cerita-cerita kuntil, kuyang atau hantu banyu.

Puisi-Puisi A Warits Rovi

mendaki takik dari sebuah pagi berbibir asap
rimba bunga asoka jauh melabur subuh dengan doa embun
dan perempuan yang tertidur di dekat gerabah
menuntaskan rasa nyerinya ke dalam tiga babak mimpi
yang tak kunjung usai hingga pagi datang dari bilah pering kuning
menegaskan hening yang runcing