Mengamati Hidup Lewat Kisah

Apa yang diharapkan Ketika membaca sebuah cerita? Kisah seorang tokoh dengan segala hal yang melingkupinya semacam ketegaran, kebebalan atau kepasrahan atau alur cerita yang melingkar dengan meninggalkan sejumlah enigma tentangnya. Dan sebagaimana yang pernah diungkapkan Hasif Amini, sebuah kisah yang baik akan meninggalkan ingatan yang tak sudah akannya, yang tak pernah mati.

Donor Sperma dan Dilema Etis Perihal Melahirkan Anak

Dalam kehidupan nyata, adakah dari kita yang pernah merenungkan makna melahirkan anak? Adakah dari kita yang pernah berpikir bahwa anak yang kita lahirkan kelak akan menanggung penderitaan dan tekanan sosial atau mengalami kehidupan yang tak menyenangkan? Adakah dari kita yang pernah sekali saja mengatakan ‘Nak, maafkan kami karena melahirkanmu demi keegoisan kami’ sebelum atau sesudah anak itu lahir?

Di Tengah Kemelaratan dan Upaya Memerangi Uang

Idealisme memerangi uang dan kapitalisme menjadi jalan yang dipilih pria bernama Gordon Comstock. Kita menelisik kehidupannya sekitar tahun 1930-an. Melarat di sudut apartemen kumuh di kota London, ia berusaha hidup dengan bayangan jumlah uang di kantongnya, menghitung kepingan Corn dan beberapa Pound Sterling demi menyambung hidup esok hari atau demi sekotak rokok dan segelas bir murah. Ia melarat, tentu saja. Pekerjaanya hanya seorang penjaga toko buku sekaligus pustakawan yang gajinya kelewat sadis.

Ibu yang Menanak Puisi

Ibu sebagai objek puisi, rupanya tak luput dari bidikan senior saya, Emi Suy. Bunda Emi (begitulah saya memanggil), lebih dulu dikenal sebagai penyair sunyi. Hal tersebut tak terlepas dari trilogi sunyi yang ia terbitkan: Alarm Sunyi (2017), Ayat Sunyi (2018), dan Api Sunyi (2020).

Muazin yang Mendobrak Kemapanan

Dalam menulis cerpen ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, bobot cerita dan bobot penceritaan. Kebanyakan penulis terlalu fokus pada yang pertama, namun kurang dalam menggarap yang kedua. Akibatnya plot dalam ceritanya menjadi biasa, perwatakan miskin, ceritanya penuh drama demi mengejar konflik, dan lain sebagainya. Mereka lupa bahwa cerpen sebagai genre dalam sastra adalah seni bercerita. Bukan hanya ceritanya saja yang perlu diperhatikan, tapi bagaimana cerita itu disampaikan.

Penerjemahan Sastra, Upaya Sinau, dan Urun yang Amat Berarti

Urun hasil terjemahan sastra amat berarti bagi perkembangan ekosistem sastra kita. Karya-karya sastra sekaliber peraih penghargaan nobel sastra dunia patut ditilik untuk sinau. Laku penerjemahan pun menjadi ikhtiar menimba kearifan di balik semesta sastra dunia agar khalayak dapat sinau dengan baik. Kerja-kerja mulia itu menuntut kesabaran dan mesti bersetia pada proses. Biar bagaimanapun, kita perlu sinau pada karya sastra dunia berpamrih pemajuan sastra Indonesia.

Suara Perempuan dalam Realisme Psikologis

Modernisme bekerja atas dua atau tiga dasar pikiran besar. Pertama, gagasan sains relativitas Einstein, dan kedua, gagasan psikologis Erns Macht tentang struktur fundamental pikiran dan pengalaman subjektif manusia, serta gagasan Sigmund Freud bahwa semua realitas subjektif didasarkan pada permainan dorongan dan naluri dasar, yang melaluinya dunia luar dirasakan. Sastra modern adalah bagian dari antitesis dari sastra abad 19, ‘realisme’ yang berangkat dari kesadaran individu menghayati masalah kemanusiaanya. Maka, berangkat dari tesis Ernst Mach dan Sigmund Freud dan juga Albert Einstein di atas, sastra modern mencoba meresonansi suara manusia dari dalam. Selain melahirkan ciri individual, sastra modern bekerja atas keyakinan eksperimen atas bentuk estetika.

Rekreasi dalam Kata

Bagaimana membayangkan dua penyair menuliskan puisi-puisi mereka dalam satu buku? Inilah yang terjadi, sebuah buku kolaborasi yang mengajak berekreasi ke pelbagai tempat, tema, dan imaji. Membaca kumpulan ini seperti sebuah tanya-jawab, yang ditelurkan menjadi kelindan diksi, menguatkan ingatan, juga sahut-menyahut yang nyata terhadap sebuah tema besar.